Pagi itu akumendapat kabar dari Yudha, kalau semalam Gilang sama Dion mendapat kecelakansetelah pulang dari tempat tongkrongan mereka. Dan sekarang mereka dirawat diRS. Dr.Sutomo. Yudha dan aku bergegas langsung menjenguk mereka. Keadaan GilangAlhamdulillah sudah agak mendingan tapi sedangkan Dion mengalami kritis dan dirawat di ICU. Kata Dokter Yudha terkena benturan pada kepalanya yang berakibatpendarahan pada otaknya. Kita sementara belum di ijinin untuk masuk ke ruanganDion. Terpaksa kita hanya melihat Dion kejauhan.
“kasiahan banget Dion ya Yudh”
“iya kasihan”
“oh Tuhan tolong sembuhkan Dion, aku nggak tega ngeliat temanku initerbaring kritis dengan alat itu, tolong sembuhkan dia” (sambil menangis)
“agar dia bisa sekolah dan menjalankan aktifitas-aktifitasnya sepertibiasanya”
“semoga saja do’a kita terkabulkan, Amin” (sambil menatap Dion)
“Amin, udah Na jangan nangis terus”
“Aku sedih Yudh, Dion itu orangnya baiik banget sama aku, aku takut, akutakut kehilangan dia, aku belum sempat membalas kebaikannya” (ketakutan serayamemeluk Yudha yang ada di sampingnya)
“aku tau memang Dion itu baik, baik banget sama kamu.. maka dari itu kitado’akan yang terbaik aja buat Dion”
“Iya Yudh”
“air matanya di hapus dong, kamu jelek tau kalau nangis terus”
“wah kamu ini”
“hehe,, peace”
Setelah melihat keadaan Dion pun akupamit ke ruangan Gilang, Yudha dan aku pamit untuk pulang. Yudha nganterin akupulang sampai rumah, kebetulan di depan rumah sudah ada mama yang pada saat itusedang memotongi daun-daun tanaman hias yang layu. Mama pun menyuruh Yudhauntuk mampir dulu ke rumah sama sekalian makan siang bersama di rumah. “ayo Yudh mampir dulu ke rumah” katamama. “iya tante makasih, tp Yudha makandirumah saja te” sahut Yudha.“sekali-sekali makan siang disini napa, bareng Nuna sama tante ayolah gapapaYudha” paksa mama. “hmm.. oke deh te,Yudha mau makan siang di rumah tante” jawab Yudha. “Gitu dong, ayo sini masuk” ajak mama. “iya te, makasih” ucap Yudha. Watku makan siang pun datang Mama,Yudha, dan aku berkumpul di meja makan, sambil mengambil nasi dan ikan yangtelah di hidang kan oleh pembantu mama memulai pembicaraan. “kalian berdua tadi habis dari mana?”tanyamama. “emm.. ke Rumah Sakit te” sahutYudha. “loh emang siapa yang sakit?”tanya Mama. “teman Yudha sama Nuna, mama,namanya Dion” sahutku. “emang sakitapa?” tanya mama. “bukan sakit te,tapi habis kecelakaan” ucap Yudha.“oh, semoga aja cepet sembuh yah?” Ujar mama. “Amiin, Amin” kataku.“yaudahkita makan dulu yuk” kata Mama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar